Beranda Berita Nasional Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat...

Hj Risma Jelaskan Kronologi Jamaah Umrah Dipulangkan Bertahap, Terkendala Biaya Membengkak Akibat Perang

77
0

Buletin-news.com – Hj Risma akhirnya memaparkan kronologi lengkap terkait polemik pemulangan jamaah umrah yang dilakukan secara bertahap. Ia menegaskan dengan tegas bahwa tidak ada unsur penelantaran terhadap jamaah, melainkan keputusan tersebut diambil 2 adanya lonjakan biaya yang sangat signifikan di luar perhitungan awal akibat situasi keamanan yang tidak menentu,Selasa (07/04/2026).

Menurut Hj Risma, sebenarnya dirinya hanya membantu memberangkatkan jamaah milik Haji Najib Basira yang sebelumnya bekerja sama dengan travel lain. Namun, karena terjadi masalah internal antara Najib Basira dengan travel tersebut, proses pemberangkatan akhirnya dialihkan dan dipercayakan kepadanya untuk ditangani lebih lanjut.

“Saya sebenarnya hanya membantu. Sebelumnya saya sempat memberangkatkan jamaah di bulan Januari dan awal Ramadan, semuanya berjalan baik. Tapi jamaah full Ramadan ini sebelumnya kerja sama dengan travel lain, dan sebagian jamaah sudah bayar DP ke travel tersebut sekitar Rp480 juta,” jelas Hj Risma dalam keterangannya.

Ia mengaku bahwa dana yang diterimanya tidaklah utuh, karena sebagian besar uang setoran awal sudah masuk ke travel sebelumnya. Hj Risma hanya menerima sisa pelunasan dari total 44 jamaah yang menjadi tanggung jawabnya saat ini.

“Saya berani mengambil alih pemberangkatan karena dia teman dan mitra saya. Saya pikir dana yang ada cukup, kalaupun harus menombok masih bisa, apalagi ada dana yang dijanjikan dari travel sebelumnya,” ujarnya menjelaskan alasan dirinya mau menerima amanah tersebut.

Namun, takdir berkata lain. Saat jamaah sudah tiba di Tanah Suci, situasi berubah drastis. Terjadi konflik atau perang yang membuat seluruh komponen biaya di Arab Saudi meroket tajam hingga tiga kali lipat dari harga normal. Mulai dari akomodasi hotel, transportasi bus, hingga kebutuhan lainnya menjadi sangat mahal dan di luar kapasitas kemampuan finansialnya.

Kendala terberat justru terjadi pada tiket kepulangan. Harga tiket yang biasanya untuk pulang pergi hanya berkisar Rp15 juta hingga Rp16 juta, kini melonjak hingga Rp16 juta hingga Rp21 juta untuk sekali jalan, pun demikian kursi penerbangan sangat sulit didapat.

“Saya bukan menelantarkan jamaah. Sampai sekarang jamaah masih tinggal di hotel dan saya masih membayar hotelnya. Pemulangan memang saya lakukan bertahap,” tegasnya. Ia juga menyesalkan permintaan bantuan tambahan dana sekitar Rp5 juta per orang yang disalahartikan sebagai penipuan, padahal itu murni untuk menutupi defisit biaya yang tidak terduga.

Hingga saat ini, proses pemulangan terus berjalan. Dari total 44 orang, sebanyak 9 orang sudah dipulangkan, disusul 20 orang lainnya, dan sisanya dijadwalkan terbang pada tanggal 8. “Saya sangat dirugikan sebenarnya, tapi saya tidak pikir itu. Yang penting jamaah bisa pulang semua dengan selamat,” tutup Hj Risma berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi akibat keadaan kahar (force majeure).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here