Beranda Berita Nasional Ngeri! Pedagang Ikan Tewas Bersimbah Darah Ditebas Parang, Motif Kelam Masalah Rumah...

Ngeri! Pedagang Ikan Tewas Bersimbah Darah Ditebas Parang, Motif Kelam Masalah Rumah Tangga Terkuak, Ini ulasannya

218
0

Gowa, Buletin-news.com || Sebuah peristiwa kekerasan berujung maut kembali mengguncang masyarakat Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Pada hari Senin, (25/05/2026) sekitar pukul 09.00 WITA, suasana Dusun Sapta Marga, Desa Pannyangkalang, Kecamatan Bajeng mendadak berubah menjadi mencekam.

Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan dengan menggunakan senjata tajam jenis parang merenggut nyawa seorang warga di lokasi kejadian, tepatnya di depan rumah warga setempat.

Korban yang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) diidentifikasi bernama Rabaton Dg. Lawa (66 tahun), berprofesi sebagai penjual ikan dan beralamat di Salekowa, Desa Kale Barembeng, Kecamatan Bontonompo.

Sementara itu, pelaku yang diduga kuat melakukan perbuatan kejam tersebut diketahui bernama Dg. Lurang (52 tahun), yang juga berprofesi sebagai penjual ikan dan berdomisili di Desa Romanglasa, Kecamatan Bontonompo.

Akibat serangan itu, korban mengalami luka tebasan parang yang sangat fatal di bagian leher dan nyawanya tidak tertolong lagi di lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi mata bernama Nurlela (49 tahun), peristiwa berdarah ini bermula ketika korban sedang mengendarai sepeda motor sembari membawa dagangan ikan melewati lokasi kejadian sekitar pukul 08.45 WITA.

Tak lama berselang, pelaku diketahui menyusul korban dengan menggunakan kendaraan bermotor yang sama-sama membawa muatan ikan. Sesampainya di depan rumah warga bernama Suhardi Dg. Tutu, pelaku tiba-tiba melakukan serangan fisik dengan senjata tajam jenis parang hingga menyebabkan korban jatuh dan kehilangan nyawa seketika.

Mendapatkan informasi kejadian tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Bajeng yang dipimpin Wakil Kapolsek, Iptu Hamsal, segera bergerak menuju TKP sekitar pukul 09.15 WITA.

Di lokasi, petugas langsung melakukan pengamanan, memasang garis polisi guna membatasi akses warga, serta melakukan pengumpulan data awal dan keterangan dari saksi yang melihat kejadian.

Tidak berselang lama, tim identifikasi dari Polres Gowa juga tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan lebih mendalam terhadap kondisi korban dan barang bukti yang ada.

Proses identifikasi dan olah TKP berlangsung hingga pukul 10.45 WITA. Setelah seluruh proses pemeriksaan di lokasi dianggap selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Makassar untuk menjalani proses otopsi guna mengetahui secara rinci penyebab kematian dan memperkuat alat bukti dalam penyidikan kasus ini. Hingga saat ini, belum ada laporan kerugian materiil yang timbul akibat peristiwa tersebut.

Dari hasil penghimpunan informasi dan keterangan sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian, muncul dugaan kuat bahwa motif pembunuhan ini berakar dari masalah rumah tangga yang pelik.

Diketahui bahwa korban sudah lama tidak hidup satu atap atau berpisah ranjang dengan istrinya, namun status pernikahan mereka belum putus secara hukum melalui pengadilan.

Korban kerap mendatangi kediaman mantan istrinya dan dilaporkan sering melakukan tindakan yang meresahkan hingga dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), yang kemudian memicu kemarahan pihak keluarga istri, termasuk anak tiri korban yang merasa sakit hati atas perlakuan tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, pihak kepolisian telah meningkatkan langkah pengamanan dan patroli di wilayah sekitar tempat kejadian. Tindakan ini diambil untuk mencegah terjadinya aksi balas dendam maupun kericuhan yang melibatkan kedua belah pihak keluarga maupun masyarakat luas.

Selain itu, aparat juga telah melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat serta perangkat desa guna meredam ketegangan sosial, menenangkan suasana, dan memastikan proses hukum berjalan secara transparan dan adil sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan: Ridwan

Editor: Raja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here