Beranda Berita Nasional Kronologi Lengkap Santriwati Tewas Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden Saat Kegiatan Outbond

Kronologi Lengkap Santriwati Tewas Tenggelam di Curug Kanesia Baturraden Saat Kegiatan Outbond

42
0

Banyumas Jateng , Buletin-news.com – Suasana kegiatan penutupan Dauroh Quran yang dilaksanakan di kawasan wisata Curug Kanesia, Desa Karangmangu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, pada Selasa (12/05/2026) berubah menjadi duka mendalam.

Seorang pelajar dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam saat mengikuti kegiatan outbond di aliran air terjun tersebut.

Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 09.30 WIB dan sempat menghebohkan peserta kegiatan serta pengelola wisata setempat.

Korban diketahui bernama Annindita Elvareta Lisanda (17), seorang pelajar kelas XII Pondok Pesantren Modern ZISS Cilongok, yang berdomisili di Desa Pahonjean, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, rombongan yang terdiri dari 21 orang dari Ponpes Modern ZISS Cilongok berangkat menuju Curug Kanesia untuk melaksanakan kegiatan penutupan Dauroh Quran yang dirangkaikan dengan outbond.

Rombongan tersebut terdiri dari 18 santri dan 3–4 pendamping guru/ustadzah.

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di lokasi dan mulai melakukan kegiatan di area air terjun.

Beberapa peserta kemudian turun ke aliran air dan melakukan sesi foto bersama di kawasan Curug Kanesia yang saat itu memiliki kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa.

Sekitar pukul 09.15 WIB, lima orang peserta termasuk korban berada di area aliran air untuk berfoto.

Namun, kondisi arus air yang cukup deras diduga membuat salah satu peserta kehilangan keseimbangan.

Akibatnya, lima orang tersebut terjatuh dan terseret arus ke bagian tengah aliran sungai. Situasi tersebut sontak menimbulkan kepanikan di lokasi kejadian.

Saksi mata bersama peserta lain langsung berteriak meminta pertolongan.

Pengelola wisata yang berada di lokasi segera merespons dengan melemparkan pelampung ke arah korban dan peserta lainnya.

Empat orang berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat, namun korban Annindita tidak dapat menyelamatkan diri karena tidak mampu berenang dan terseret arus deras ke bagian yang lebih dalam.

Pihak pengelola wisata kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Basarnas, BPBD, dan Polsek Baturraden.

Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 09.45 WIB dan langsung melakukan proses pencarian korban dengan teknik penyelaman di area curug.

Setelah pencarian intensif, sekitar pukul 10.17 WIB, korban akhirnya berhasil ditemukan di dasar aliran air terjun.

Korban kemudian segera dievakuasi menuju RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis RSUD Margono Soekarjo Purwokerto RSUD Margono Soekarjo Purwokerto bersama tim Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), ditemukan sejumlah kondisi pada tubuh korban.

Di antaranya tinggi badan korban 155 cm, terdapat hematom pada bagian belakang kepala, keluarnya darah dari lubang hidung kanan, serta busa pada hidung. Selain itu juga ditemukan kondisi lidah tergigit.

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, korban dinyatakan meninggal dunia (MD) akibat tenggelam.

Pihak kepolisian bersama unsur terkait masih melakukan pendalaman atas peristiwa ini, termasuk evaluasi terhadap standar keselamatan kegiatan wisata dan kegiatan edukasi di area perairan terbuka.

Sementara itu, peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pihak pengelola wisata dan instansi terkait untuk meningkatkan pengawasan serta mitigasi risiko, terutama pada kegiatan yang melibatkan pelajar di lokasi wisata alam.

LP : Team Liputan Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here