Beranda Berita Nasional Suara Rakyat Menggema! PORMULA Kepung DPRD Gowa, Desak Pembentukan Pansus

Suara Rakyat Menggema! PORMULA Kepung DPRD Gowa, Desak Pembentukan Pansus

133
0

Gowa, Buletin-news.com || Suara keberanian pemuda kembali bergema di bumi Butta Gowa. Aliansi Poros Pemuda Melawan (PORMULA) menggelar aksi unjuk rasa jilid II yang masif dan terorganisir, mengepung Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa pada Kamis, (07/05/2026).

Teriknya matahari sama sekali tidak meredupkan semangat massa yang turun ke jalan untuk menagih janji dan keadilan, hingga akses jalan Syekh Yusuf di depan gedung legislatif terpaksa diblokade total.

Di bawah komando Jenderal Lapangan, Ishak, ribuan massa menyuarakan evaluasi kritis berupa “Rapor Merah” bagi kepemimpinan Bupati Gowa. Mereka menuntut lembaga perwakilan rakyat ini segera bergerak cepat dan tidak lagi bersikap pasif melihat kondisi daerah yang dinilai semakin memprihatinkan. Aspirasi disuarakan lantang dari atas mobil komando, menandakan bahwa kesabaran masyarakat telah mencapai batasnya.

“Kami datang ke rumah rakyat ini untuk menuntut ketegasan. DPRD Gowa harus segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait dugaan perbuatan tercela yang melibatkan Bupati Gowa serta indikasi tindak pidana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)!” tegas Ishak dengan nada membara dalam orasinya.

Setelah prosesi orasi dan pembacaan tuntutan, dialog terbuka pun dilakukan. Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Gowa, termasuk Wakil Ketua Umum, menerima perwakilan massa untuk mendengar langsung aspirasi yang dibawa. Sebagai hasil dari pertemuan tersebut, pihak legislatif memberikan janji politik yang konkret, yakni akan mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada hari Senin, 11 Mei 2026 mendatang, yang di dalamnya akan dibahas rencana pembentukan Pansus yang diminta.

Dalam aksi kali ini, PORMULA mengusung lima poin krusial yang dinilai menjadi cerminan kemunduran tata kelola dan martabat daerah. Poin-poin tersebut mencakup penilaian gagalnya roda pemerintahan dalam menyejahterakan rakyat, tuntutan pemulihan nama baik bagi figur Risqilah, hingga seruan boikot agar kepala daerah segera fokus memperbaiki citra “Butta Gowa” yang dinilai telah tercoreng.

Selain itu, massa juga mendesak adanya klarifikasi terbuka dan transparan dari Bupati terkait isu skandal yang tengah bergulir luas di masyarakat. Tidak kalah penting, aliansi ini juga menegaskan komitmennya untuk membersihkan gerakan dari segala bentuk adu domba, dengan meneriakkan semangat: “Jangan ada biang kerok di antara kita! Lawan korupsi, lawan kolusi, lawan nepotisme!”

Suasana aksi kian memuncak ketika Ishak menyoroti kondisi sosiologis dan moral yang terjadi saat ini. Menurutnya, maraknya dugaan kasus hukum dan pelanggaran etika di lingkaran kekuasaan telah menggerus nilai-nilai luhur yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Gowa.

“Hari ini kami menyuarakan jeritan hati masyarakat. Rakyat Bersatu, Gowa Bermartabat! Kami miris melihat kondisi hari ini, seolah Gowa tidak sakral lagi karena dinodai oleh isu-isu perbuatan tercela” pungkas Ishak di hadapan barisan aparat pengamanan, sebelum akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here