
SIDRAP, Buletin-news.com — Kondisi memprihatinkan terlihat pada jembatan di Jalan Bolalele, Desa Abbokongan, Dusun Jampu, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Infrastruktur yang menjadi jalur utama aktivitas warga ini kini berada di ambang kerusakan parah dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi pada Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WITA, terlihat bagian tepi jembatan mengalami longsor cukup serius. Struktur penahan tanah di sisi jembatan mulai runtuh, menyisakan bebatuan yang ditumpuk secara darurat untuk menahan abrasi. Kondisi badan jalan pun tampak retak dan menyempit, membuat kendaraan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas, Drs. Abdul Rasyid, M.Si, bersama Camat Kulo Muhammad Arisal Asad, S.Pd., S.Sos., M.A.P, serta Kepala Desa Abbokongan Adiyatma, SKM, M.Kes. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan bahwa kondisi jembatan tersebut telah menjadi perhatian serius pemerintah setempat.
Jembatan ini bukan sekadar penghubung biasa. Bagi masyarakat Dusun Jampu dan sekitarnya, jembatan tersebut adalah urat nadi kehidupan. Setiap hari, para petani melintas membawa hasil kebun mereka, sementara anak-anak sekolah menggantungkan aksesnya pada jalur ini untuk menempuh pendidikan.
Namun kini, harapan dan aktivitas itu dibayangi rasa cemas.
Setiap kendaraan yang melintas harus memperlambat laju, bahkan tidak jarang pengendara memilih berhenti sejenak untuk memastikan kondisi aman sebelum melanjutkan perjalanan. Tidak adanya pembatas di sisi jembatan semakin memperbesar risiko kecelakaan, terlebih saat dua kendaraan berpapasan di jalur yang kian menyempit.
“Ini sangat berbahaya, apalagi kalau malam hari. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa ambruk,” ungkap salah seorang warga dengan nada cemas.
Kondisi ini menjadi pengingat nyata bahwa infrastruktur di wilayah pedesaan masih membutuhkan perhatian lebih serius. Jika tidak segera ditangani, bukan hanya akses transportasi yang terputus, tetapi juga berpotensi menghambat roda perekonomian masyarakat serta mengancam keselamatan jiwa.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan darurat maupun pembangunan ulang jembatan secara permanen, agar akses vital ini kembali aman dan layak digunakan.
Sebab bagi warga, jembatan ini bukan hanya sekadar jalan — melainkan penghubung harapan, kehidupan, dan masa depan generasi mereka.
Red























