Maros – Buletin-News.com — Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai malam penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang digelar di Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Kegiatan keagamaan yang menjadi salah satu agenda penting dalam pembinaan generasi Qur’ani ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Penutupan MTQ tersebut turut dihadiri oleh Muh. Irfan, AB., ST, Sekretaris Camat Bontoa H. Maing, S.IP, Kepala Desa Botolempangan Muh. Warif, S.Pd.I., M.Pd.I, Babinsa Desa Botolempangan Sulhidayat, serta Distrik GMBI Syamsul Bahri. Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda di tengah masyarakat.
Sejak awal acara hingga penutupan, masyarakat terlihat memenuhi lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Para peserta, orang tua, tokoh agama, dan warga desa bersama-sama mengikuti rangkaian kegiatan dengan suasana penuh kekhusyukan. Momentum ini menjadi bukti kuat bahwa semangat masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan mempererat silaturahmi masih terjaga dengan baik.
Kepala Desa Botolempangan Muh. Warif, S.Pd.I., M.Pd.I dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur serta apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia pelaksana, dewan juri, peserta, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan MTQ dapat terselenggara dengan baik dan sukses.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga merupakan sarana pembinaan spiritual yang sangat penting bagi generasi muda agar semakin mencintai, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan MTQ ini kita berharap lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam membangun akhlak, karakter, serta masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat, karena selain memperkuat nilai religius, MTQ juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, para tokoh yang hadir juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Mereka berharap kegiatan MTQ dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat desa.
Kehadiran Babinsa Desa Botolempangan Sulhidayat juga menunjukkan dukungan dari unsur TNI terhadap kegiatan masyarakat yang bernilai positif, khususnya dalam membangun generasi yang berakhlak dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Selain itu, kehadiran Distrik GMBI Syamsul Bahri juga menjadi simbol sinergi antara organisasi masyarakat dengan pemerintah desa dalam mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Malam penutupan MTQ tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, memohon keberkahan dan kebaikan bagi seluruh masyarakat Desa Botolempangan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara para tokoh, panitia, dan masyarakat yang hadir.
Suasana hangat penuh kebersamaan terasa begitu kuat dalam kegiatan tersebut, mencerminkan nilai gotong royong, persatuan, serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Melalui kegiatan MTQ ini diharapkan semangat religius dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa di masa depan.
Red





















