Beranda Berita Nasional Home Credit Terkuak Ambil Uang Salah Kirim Rp1.050.000: Konsumen Direpotkan, Dana Dirembeskan...

Home Credit Terkuak Ambil Uang Salah Kirim Rp1.050.000: Konsumen Direpotkan, Dana Dirembeskan Untuk Pemotongan Angsuran Tanpa Meringankan!

230
0

Gowa, Buletin-news.com – Seorang konsumen Home Credit bernama Hj Marlia yang berdomisili di Kabupaten Gowa menjadi korban dari sistem yang tidak profesional dan janji yang tidak ditepati oleh perusahaan pembiayaan besar tersebut. Kasus yang terjadi ini tidak hanya menunjukkan kelalaian dalam penanganan transaksi, namun juga bagaimana janji yang diberikan langsung menjadi omong kosong yang membuat konsumen semakin terbebani ( 10/01/2026).

Kronologi kejadian dimulai ketika Hj Marlia melakukan transfer pembayaran yang seharusnya ditujukan untuk pembiayaan motor di perusahaan lain. Namun, karena kesalahan dalam proses input data atau identifikasi rekening tujuan, dana senilai Rp1.050.000,- secara tidak sengaja terkirim ke akun pembiayaan Home Credit. Tindakan ini bukan merupakan kelalaian dari konsumen, melainkan sebuah kesalahan yang bisa terjadi pada siapapun dalam aktivitas perbankan dan pembayaran digital – yang seharusnya bisa ditangani dengan transparansi dan kecepatan oleh pihak yang bersangkutan.

Setelah menyadari kesalahan tersebut, Hj Marlia didampingi suaminya Muh Takwin Dg Mone dengan cepat mengambil langkah yang tepat dengan mendatangi salah satu gerai Home Credit yang ada di Kabupaten Gowa. Di lokasi tersebut, mereka menunjukkan secara jelas bukti resi transfer yang salah kirim dan meminta bantuan agar dana bisa dikembalikan atau diarahkan ke tujuan yang benar. Aksi proaktif dari konsumen ini seharusnya menjadi dasar bagi pihak perusahaan untuk segera menangani kasus dengan serius dan memberikan kepastian yang jelas.

Namun, harapan Hj Marlia untuk mendapatkan solusi cepat sirna ketika karyawan Home Credit di Gowa hanya memberikan arahan untuk datang ke kantor pusat cabang Makassar yang berlokasi di Graha Pena. Tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut atau langkah antisipatif apapun, konsumen yang sudah merasa terbebani harus melakukan perjalanan dari Gowa ke Makassar hanya untuk menyampaikan keluhan yang sama. Ini menunjukkan kurangnya kesiapan dan wewenang karyawan lapangan dalam menangani kasus darurat konsumen, serta sistem yang tidak terintegrasi antar unit kerja.

Sesampainya di kantor Makassar, pihak Home Credit mengaku telah menghubungi pusat operasional di Jakarta untuk mencari solusi. Setelah beberapa saat menunggu, pihak pusat akhirnya memberikan tanggapan yang membuat Hj Marlia semakin kecewa – dana yang salah kirim tidak akan dikembalikan, namun akan digunakan untuk potongan angsuran kredit yang masih dimiliki Hj Marlia di perusahaan tersebut. Meskipun keputusan ini kemudian dikatakan telah mendapatkan persetujuan dari konsumen, janji tersebut tidak pernah terealisasi dengan benar.

Hingga kini, ketika tinggal satu angsuran terakhir saja yang harus dibayar Hj Marlia, uang senilai Rp1.050.000,- yang salah kirim tersebut belum juga digunakan untuk potongan angsuran seperti yang dijanjikan. Kondisi ini membuat Hj Marlia harus tetap membayar angsuran secara penuh, sambil terus dihubungi dan ditagih oleh pihak Home Credit tanpa adanya pengakuan terhadap dana yang sudah masuk ke rekening perusahaan tersebut. Ini adalah bentuk kelalaian yang tidak dapat diterima dan menunjukkan bahwa janji dari pihak pusat hanyalah alat untuk menenangkan konsumen tanpa ada tindakan nyata.

Perlu ditegaskan bahwa meskipun Hj Marlia memang memiliki kredit aktif di Home Credit, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk mengambil dana yang seharusnya ditujukan ke pihak lain, kemudian tidak menepati janji potongan angsuran yang telah disepakati. Setiap transaksi memiliki tujuan yang jelas dan hak konsumen untuk mendapatkan kepastian dalam penggunaan uang mereka harus dihormati sepenuhnya. Sikap seolah mengambil keuntungan dari kesalahan konsumen lalu meninggalkannya dalam kesulitan adalah bukti bahwa pelayanan konsumen bukanlah prioritas utama perusahaan.

Kasus ini harus menjadi pelajaran yang menyakitkan bagi Home Credit Indonesia tentang pentingnya integritas dalam setiap janji yang diberikan kepada konsumen. Perusahaan pembiayaan tidak boleh hanya fokus pada pencapaian target bisnis dan menangkap setiap kesempatan untuk mengumpulkan dana, namun juga harus bertanggung jawab penuh atas setiap tindakan dan janji yang dikeluarkan. Pihak Home Credit diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi, melakukan potongan angsuran sesuai kesepakatan, atau mengembalikan dana yang salah kirim kepada Hj Marlia, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan prosedur penanganan keluhan yang jelas-jelas sudah gagal bekerja dengan baik.

Hingga berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak home credit dan redaksi Buletin-news.com membuka ruang hak jawab kepada pihak terkait

Sumber: M Takwin dg mone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here