

JAKARTA —Buletin-news.com–Dalam suasana khidmat dan penuh penghormatan, Korps Wanita TNI Angkatan Laut (Kowal) melaksanakan ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Senin (05/01/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Kowal yang jatuh pada 5 Januari 2026, sekaligus menjadi momentum reflektif untuk mengenang, meneladani, dan mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan para pendahulu bangsa.
Ziarah nasional tersebut dipimpin oleh Pati Sahli Kasal Tk. II Bidang Manajemen SDM Laksma TNI Dr. Drg. F. Sri Wahyuni, M.A.R.S., CIQaR., F.I.C.D., didampingi Pakor Kowal Wilayah Jakarta Kolonel Laut (K/W) Ida Ayu Nyoman Putranti, A.Md., S.E., M.M., Pabandya Bin Kowal Letkol Laut (KH/W) Melda Suliswari, S.T., M.Tr.Ap., para Pater Kowal Wilayah Jakarta, serta Ketua Panitia HUT ke-63 Kowal Letkol Laut (E/W) Windu Sejati K., S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla. Kegiatan ini juga diikuti oleh seluruh panitia HUT dan 98 prajurit Kowal yang tergabung dalam pasukan ziarah.
Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga di tugu utama TMPNU Kalibata, dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di sejumlah pusara tokoh penting bangsa, khususnya para pemimpin dan pelopor TNI Angkatan Laut. Rombongan Kowal berziarah ke makam para mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), yakni Laksamana TNI (Purn) R.E. Martadinata (Kasal periode 1959–1966), Laksamana TNI (Purn) R. Moeljadi (1966–1969), Laksamana TNI (Purn) Waloejo Soegito (1977–1982), serta Laksamana TNI (Purn) Muhammad Arifin (1989–1993).
Nama terakhir tidak hanya dikenang sebagai Kasal, tetapi juga sebagai tokoh visioner yang menggagas pembangunan Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) di Surabaya, monumen kebanggaan TNI AL yang menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia dan semangat “Di Laut Kita Jaya”.
Selain itu, rombongan Kowal juga melaksanakan ziarah ke makam tokoh-tokoh nasional perempuan yang memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia, yakni Ibu dr. Hj. Hasri Ainun Besari, istri Presiden ke-3 RI B. J. Habibie, serta Ibu Hj. Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kehadiran Kowal di pusara para tokoh perempuan bangsa ini menjadi simbol penghormatan atas peran strategis perempuan dalam mendampingi dan memperkuat kepemimpinan nasional.
Tak ketinggalan, ziarah juga dilakukan ke makam Purnawirawan TNI Angkatan Laut Letkol A.L Barnetje Tuegeh, sosok yang dikenal sebagai pelopor dan cikal bakal wanita yang mengabdikan diri di lingkungan TNI Angkatan Laut. Nama Barnetje Tuegeh memiliki arti penting dalam sejarah lahirnya Kowal sebagai korps perempuan yang profesional, tangguh, dan setara dalam pengabdian kepada negara.
Mengusung tema “Kowal Adaptif Teknologi Mendukung TNI Angkatan Laut Modern”, peringatan HUT ke-63 Kowal tahun ini menegaskan komitmen Korps Wanita TNI AL untuk terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan dinamika lingkungan strategis. Tema tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa nilai-nilai kepahlawanan tidak hanya dikenang secara seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk kinerja, inovasi, dan dedikasi nyata di era modern.
Ketua Panitia HUT ke-63 Kowal menegaskan bahwa kegiatan ziarah nasional ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan sarana pembinaan tradisi dan penguatan jati diri prajurit Kowal. “Ziarah ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan dan kejayaan bangsa yang kita nikmati hari ini dibangun di atas pengorbanan para pahlawan. Tugas kita sebagai prajurit Kowal adalah meneruskan perjuangan itu dengan pengabdian terbaik, profesional, dan berintegritas,” ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Muhammad Ali berpesan kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut, termasuk Kowal, agar senantiasa memberikan yang terbaik dalam setiap amanah tugas. Ia menekankan bahwa semangat juang, loyalitas, dan pengorbanan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan pertahanan maritim Indonesia yang semakin kompleks.
Melalui ziarah nasional ini, Korps Wanita TNI Angkatan Laut tidak hanya meneguhkan penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga memperkuat tekad untuk terus berkontribusi menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejalan dengan nilai-nilai Jalesveva Jayamahe yang menjadi roh pengabdian TNI Angkatan Laut.
Sumber: Dinas Penerangan Angkatan Laut























