Beranda Berita Ibu Hamil Digotong Menyebrangi Sungai, Potret Buram Infrastruktur di Kabupaten Tegal, Jawa...

Ibu Hamil Digotong Menyebrangi Sungai, Potret Buram Infrastruktur di Kabupaten Tegal, Jawa tengah

139
0

 Tegal Jateng– buletin-news.com
Kondisi memprihatinkan kembali mencoreng wajah pembangunan di Kabupaten Tegal. Seorang ibu hamil terpaksa digotong warga menyeberangi sungai demi mendapatkan layanan persalinan, akibat ketiadaan jembatan penghubung menuju fasilitas kesehatan. Peristiwa memilukan ini terjadi di Pedukuhan Karangsari, Desa Wet Galih, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.

Ibu hamil tersebut diketahui bernama Ikoh (30), seorang ibu rumah tangga yang tengah mengandung anak keempat. Saat hendak dirujuk ke rumah sakit untuk melahirkan, akses jalan yang seharusnya bisa dilalui kendaraan sama sekali tidak tersedia. Sungai tanpa jembatan menjadi satu-satunya jalur yang harus dilalui, memaksa warga bertindak secara darurat dengan menandu Ikoh secara manual.

Ironisnya, kondisi ini menyerupai situasi masa lampau, seolah pembangunan dan kemerdekaan belum sepenuhnya hadir di wilayah tersebut. Nyawa ibu dan bayi dipertaruhkan hanya karena negara gagal menyediakan infrastruktur dasar yang layak.
Peristiwa tersebut terekam dalam dokumentasi warga dan viral di tengah masyarakat, memicu kemarahan sekaligus keprihatinan publik.

Fakta ini menjadi bukti nyata bahwa pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan, masih jauh dari harapan.

Warga menilai, ketiadaan jembatan dan akses jalan menuju layanan kesehatan merupakan kelalaian serius yang berpotensi menimbulkan korban jiwa. Mereka mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang aman dan cepat.

Pemerintah Desa Wet Galih melalui kepala desa setempat disebut telah berupaya mencari jalur alternatif sebagai solusi sementara. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil maksimal karena keterbatasan anggaran, akses, dan kondisi geografis yang sulit.

Yang paling utama itu jalan dan jembatan. Kalau kondisi darurat seperti melahirkan, ini soal nyawa, bukan hal sepele, tegas salah satu warga Karangsari.
Masyarakat Pedukuhan Karangsari mendesak pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat untuk segera turun langsung ke lokasi, melakukan peninjauan lapangan, serta mengalokasikan anggaran pembangunan jembatan sebagai solusi permanen.

Peristiwa ini kembali menampar nurani publik dan menjadi pengingat keras bahwa pembangunan infrastruktur dasar, terutama akses menuju fasilitas kesehatan, masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan oleh pemerintah.

Lp. Slmt

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here