Makassar, Buletin-news.com – Skandal memalukan kembali mencoreng citra Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan. Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan (Ditresnarkoba) Sub Direktorat 1 (Subdit 1) Polda Sulsel diduga kuat menerima suap senilai Rp 30 juta untuk membebaskan seorang pengguna narkoba jenis sabu bernama Rizal.
Rizal, yang ditangkap pada Kamis, 23 Oktober 2025, di Kampung Parang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, seharusnya mendapatkan pembinaan rehabilitasi sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya. Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Sulsel dengan sengaja membebaskan Rizal dengan imbalan uang haram sebesar Rp 30 juta. Pembebasan Rizal pada tanggal 14 November lalu, setelah pembayaran suap tersebut, semakin memperjelas praktik kotor yang terjadi di tubuh kepolisian.
Tindakan bejat oknum polisi ini tidak hanya melukai rasa keadilan masyarakat, tetapi juga menghancurkan harapan akan penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. Bagaimana mungkin seorang pengguna narkoba yang seharusnya direhabilitasi justru dibebaskan begitu saja dengan imbalan uang? Ini adalah preseden buruk yang dapat merusak upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Selatan.
Ironisnya, keluarga Rizal terpaksa menjual tanah mereka demi memenuhi permintaan oknum polisi nakal tersebut. Ini adalah bentuk pemerasan yang sangat keji dan tidak manusiawi. Oknum polisi tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merampas hak-hak keluarga Rizal yang seharusnya dilindungi.
Menanggapi skandal ini, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Gerakan Rakyat dan Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) berencana menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Polda Sulsel. Mereka menuntut Kapolda Sulsel untuk segera mencopot Dirnarkoba dan memeriksa Kasubdit 1 atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi yang merajalela.
“Kami tidak akan tinggal diam melihat praktik-praktik kotor seperti ini terus terjadi di tubuh kepolisian. Kami akan turun ke jalan untuk menuntut keadilan dan meminta pertanggungjawaban para pelaku,” tegas jenderal lapangan aksi.
GERAK MISI juga telah mengundang berbagai aliansi mahasiswa untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut. Mereka berharap, dengan adanya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, suara mereka akan semakin kuat dan didengar oleh pihak kepolisian.
Skandal ini adalah tamparan keras bagi citra kepolisian di Sulawesi Selatan. Jika Kapolda Sulsel tidak bertindak tegas dan memberikan sanksi yang setimpal kepada para pelaku, maka kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri akan semakin merosot. Kami menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini. Jangan biarkan oknum-oknum polisi nakal merusak citra kepolisian dan menghancurkan masa depan generasi muda bangsa.























