Gowa, Buletin-news.com || Dukungan untuk aksi penolakan tambang ilegal di Kabupaten Gowa terus bertambah. Setelah Solidaritas Gowa, kini Asosiasi Pengusaha Pers Indonesia Wilayah Sulsel atau APPI Sulsel juga menyatakan sikap.
Ketua APPI Sulsel, Muhammad Ali Sakti yang akrab disapa Kanda Ali, menegaskan siap bergabung dan mengerahkan anggotanya untuk aksi unjuk rasa di depan Mapolresta Gowa pada Senin, 3 Agustus 2026.
Kanda Ali mengecam keras adanya ancaman pembunuhan terhadap wartawan yang terjadi saat peliputan di lokasi tambang yang diduga ilegal.
*”Jangan coba-coba lakukan pembungkaman dengan melakukan pengancaman pembunuhan. Karena satu yang terbunuh akan muncul seribu suara yang akan kritis dan siap bersuara lantang. Negara ini adalah negara demokrasi maka 1 pun tidak yang berhak untuk membungkam kebebasan pers,”* tegas Kanda Ali.
Aksi tersebut telah diberitahukan secara resmi melalui surat Solidaritas Gowa bernomor 001/PA/SG/1/30/26 tertanggal 30 Juli 2026 kepada Kapolresta Gowa c.q. Kasat Intelkam.
Dalam surat itu, Solidaritas Gowa menyebut aksi dipicu oleh ancaman terhadap jurnalis saat melakukan investigasi di lokasi tambang liar.
Solidaritas Gowa menargetkan 100 massa untuk turun ke jalan mulai pukul 01.00 Wita siang di depan Mapolresta Gowa. Dengan bergabungnya APPI Sulsel, jumlah peserta diprediksi akan semakin besar.
Ada 4 tuntutan utama yang akan disuarakan dalam aksi:
1. Menutup semua tambang ilegal di Kabupaten Gowa.
2. Menghentikan penyalahgunaan BBM Subsidi jenis Solar dan Pertalite.
3. Mendesak Kapolresta Gowa mencopot Kanit Tipidter Polresta Gowa.
4. Meminta Kasat Reskrim menangkap pelaku pengancaman terhadap wartawan.
Perangkat aksi berupa mobil komando, sound system, hingga pembakaran ban juga telah disiapkan sebagai simbol protes.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polresta Gowa belum memberikan keterangan resmi terkait pengamanan aksi.






















