Tegal, Jawa Tengah | Buletin-News.com Pekerjaan pelebaran bahu jalan di ruas Kemantran–Balamoa, Kecamatan Tarub, Kabupaten Tegal, menuai sorotan dari sejumlah pemerhati pembangunan.
Proyek yang saat ini masih dalam tahap pelaksanaan tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai standar teknis sehingga dikhawatirkan berdampak pada kualitas dan ketahanan jalan.
Pada Sabtu (13/06/2026), tim pemantau lapangan menemukan beberapa titik pelebaran bahu jalan yang dinilai tidak memiliki dasar atau pondasi yang kuat. Material dasar yang digunakan disebut masih berupa tanah dan batu krakal yang kondisinya dinilai belum cukup padat untuk menopang beban kendaraan berat.
Salah satu pemerhati pembangunan, H. Ukhi, mengatakan bahwa pada awal pelaksanaan pekerjaan, proses pelebaran jalan terlihat dilakukan sesuai teknis dengan adanya lapisan dasar (B-0) yang cukup kuat. Namun, setelah beberapa minggu berjalan, kualitas pekerjaan dinilai mengalami penurunan.
“Coba lihat dari awal pekerjaan, pelebaran jalan dilakukan dengan dasar yang cukup kuat dan sesuai teknik. Namun belakangan terlihat ada beberapa bagian yang dikerjakan tanpa dasar yang memadai sehingga terkesan asal jadi,” ujarnya, Minggu (14/06/2026).
Menurutnya, pada sisi kiri jalan sepanjang lokasi pekerjaan rabat beton, terdapat beberapa bagian yang tidak memiliki pondasi kuat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah pekerjaan sudah sesuai dengan petunjuk teknis dan spesifikasi yang ditetapkan.
Sejumlah lembaga pemerhati pembangunan juga menilai pekerjaan tersebut kurang memperhatikan standar teknis yang sebelumnya telah diterapkan pada tahap awal proyek.
Mereka khawatir bahu jalan yang tidak memiliki pondasi kuat akan mudah mengalami kerusakan atau amblas apabila dilalui maupun digunakan untuk parkir kendaraan bertonase berat. Pasalnya, ruas jalan tersebut diketahui sering dilintasi kendaraan angkutan dengan muatan besar.
“Jika tidak diperkuat sesuai standar, dikhawatirkan dalam waktu tidak lama bahu jalan akan rusak atau amblas karena beban kendaraan yang cukup tinggi,” ungkap salah satu pemerhati pembangunan.
Dugaan menurunnya kualitas pekerjaan disebut terjadi karena pelaksana proyek mengejar target penyelesaian yang dijadwalkan selesai pada akhir Juni 2026. Proyek tersebut merupakan satu paket pekerjaan yang mencakup pembangunan rabat beton serta pemasangan U-Ditch.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan yang disampaikan sejumlah pemerhati pembangunan tersebut.





















