Beranda Berita Nasional Polsek Makasar Selenggarakan Deklarasi Damai, Hentikan Rantai Keributan Remaja

Polsek Makasar Selenggarakan Deklarasi Damai, Hentikan Rantai Keributan Remaja

105
0

Makassar, Buletin-news.com || Dalam langkah konkret untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Polsek Makassar menggelar Apel Deklarasi Damai yang menghadirkan remaja pelaku keributan dari tiga kelurahan yakni Maccini Gusung, Barana, dan Barabaraya Utara.

Kegiatan yang berlangsung kamis (12/02/2026) sekitar pukul 14.30 WITA di halaman Markas Komando (Mako) Polsek Makassar, Jalan Kerung-Kerung Nomor 67, dihadiri oleh sekitar 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat.

Langkah proaktif ini dipimpin secara langsung oleh Kapolsek Makassar Komisaris Polisi (Kompol) Mustari, S.H., M.M., yang didampingi Wakapolsek Makassar Kompol Yansi Raid beserta jajaran personel Polsek Makassar.

Hadir pula sebagai saksi dan pendukung proses perdamaian Bapak Sumarlin, SE (Lurah Maccini Gusung), perwakilan RT/RW dari ketiga kelurahan terkait, perwakilan Forum Komunikasi Pemuda Masyarakat (FKPM) Kecamatan Makassar, serta perwakilan Toga dan Tomas dari masing-masing kelurahan.

Tidak ketinggalan, orang tua dari para pelaku keributan juga turut menghadiri acara ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam membina anak-anak muda.

Kejadian yang menjadi latar belakang deklarasi ini adalah keributan yang terjadi pada hari Selasa (10/2) sekitar pukul 01.50 WITA di pertigaan Jalan Maccini Gusung – Jalan Lure, Kelurahan Maccini Gusung.

Sebanyak delapan remaja berusia antara 13 hingga 19 tahun terlibat dalam insiden yang telah membuat warga sekitar merasa resah. Namun, melalui kebijakan yang penuh kedalaman pemikiran dari Kapolsek Kompol Mustari, kasus ini tidak hanya ditangani secara represif, namun lebih jauh diangkat sebagai momentum untuk membangun kesadaran bersama tentang bahaya keributan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan harta benda.

Dalam amanatnya yang penuh makna, Kapolsek Kompol Mustari menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir. “Kehadiran kita semua di sini adalah bentuk keperdulian bersama terhadap anak-anak kita yang masih berpotensi untuk menjadi bagian yang positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Kapolsek yang berbekal pendidikan hukum dan manajemen ini juga mengingatkan pada insiden tragis beberapa bulan lalu di daerah Sapiria Kelurahan Tallo yang menimbulkan korban jiwa, sebagai pelajaran berharga bahwa keributan hanya akan membawa kerugian bagi semua pihak.

Kapolsek Kompol Mustari menegaskan bahwa deklarasi damai ini merupakan upaya pencegahan agar konflik tidak meluas dan menjadi lebih kompleks.

Setelah upacara apel, dilakukan penandatangan surat pernyataan damai yang diwitness oleh perwakilan RT/RW dan Lurah masing-masing kelurahan.

“Dokumen ini bukan sekadar lembaran kertas, melainkan janji yang harus ditegakkan oleh setiap pihak untuk menjaga kedamaian di lingkungan kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek juga memberikan peringatan tegas bahwa jika ada pelaku yang mengulangi perbuatannya, akan dilakukan tindakan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Rangkaian acara mencapai puncaknya sekitar pukul 15.00 WITA dengan proses penandatangan surat pernyataan damai yang dilakukan secara khidmat oleh para pelaku keributan, orang tua mereka, serta pejabat masyarakat terkait.

Seluruh proses berjalan dengan lancar dan penuh kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan antarwarga. Sekitar pukul 15.20 WITA, seluruh rangkaian kegiatan selesai dengan baik, dan para pelaku pulang bersama orang tua masing-masing dalam keadaan sehat serta membawa pemahaman baru tentang pentingnya hidup rukun dan damai.

Respon positif datang dari pihak pemerintahan Kecamatan Makassar, bersama dengan Toga, Tomas, dan orang tua para pelaku yang menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Polsek Makassar khususnya Kapolsek Kompol Mustari.

yang diambil bukan hanya menunjukkan profesionalisme institusi kepolisian, namun juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan yang menjadi bukti bahwa kepolisian tidak hanya sebagai penjaga ketertiban, namun juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman, damai, dan kondusif bagi perkembangan generasi muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here