Gowa, Buletin-news.com || Kabar mengejutkan datang dari Warkop Azzahrah di Jalan Poros Pallangga, Cambayya, Kabupaten Gowa. Hari Sabtu (15/8/2026) menjadi hari yang tak terlupakan bagi Syafriadi Djaenaf, Presiden TIB Toddopuli Indonesia Bersatu.
Saat sedang beristirahat dan memesan air kemasan merek Cleo, ia tiba-tiba kaget merasakan benda asing masuk ke tenggorokan nya saat meneguk air. Langsung ia berhenti dan memeriksa isi botol yang baru dibuka itu.
Terlihat jelas di dalam beningnya air, ada potongan benda keras yang bentuknya sangat mirip pecahan kaca. Hal ini langsung membuatnya ngeri.
Kejadian ini disaksikan langsung oleh awak media dan dua orang karyawan Warkop Azzahrah. Mereka memastikan benda itu benar-benar ada di dalam botol yang masih tertutup rapat sebelumnya.
Untuk memastikan bentuk dan bahannya, karyawan warkop memotong badan botol menggunakan gunting. Keluarlah serpihan itu dan terbukti berupa plastik keras yang tajam seperti kaca.
Beberapa pengunjung lain mencoba memasukkan kembali serpihan itu ke leher botol, namun tidak bisa. Ini membuktikan benda itu sudah ada sejak dari pabrik, bukan dimasukkan sesudahnya.
Syafriadi mengaku sangat kecewa dan khawatir. Ia sempat menelan sedikit bagian itu sebelum menyadarinya, dan tak bisa membayangkan jika hal ini menimpa anak-anak atau orang sakit.
“Bagaimana mungkin barang tajam seperti ini lolos dari pengawasan pabrik? Ini kelalaian fatal yang membahayakan nyawa konsumen,” tegas Syafriadi djaenaf.
Diketahui air minum merek Cleo ini diproduksi oleh PT Sariguna Primatirta Tbk. Publik mempertanyakan di mana sistem pengendalian mutu dan keamanan produk perusahaan selama ini.
Hingga berita ini terbit, belum ada tanggapan resmi dari pihak Cleo maupun distributor terkait. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.





















