Makassar. Buletin-news.com – Dalam semangat memperkuat demokrasi partisipatif serta mempererat sinergi antar elemen masyarakat, Global Press Network (GPN) sebagai asosiasi profesi pers berbasis internasional akan meluncurkan program unggulan bertajuk Warung Aspirasi Rakyat, Rabu (24/6/2026).
Program ini diprakarsai langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Sulawesi Selatan, Hamka Hamid, bersama jajaran pengurus GPN Sulsel sebagai ruang dialog yang terbuka, santun, dan konstruktif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Warung Aspirasi Rakyat dirancang menjadi wadah komunikasi yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, akademisi, pelaku usaha, generasi muda, hingga insan pers. Melalui forum ini, diharapkan tercipta komunikasi yang lebih efektif dalam menyerap berbagai aspirasi dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Adapun tujuan utama program ini meliputi:
Menampung dan mendengarkan secara langsung aspirasi, keluhan, gagasan, serta harapan masyarakat.
Membahas berbagai persoalan yang berkembang di daerah secara terbuka dan konstruktif.
Merumuskan solusi yang realistis, aplikatif, dan bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Memperkuat budaya musyawarah, silaturahmi, dan kolaborasi sebagai kearifan lokal masyarakat Sulawesi Selatan.
Ketua DPW GPN Sulsel, Hamka Hamid, menegaskan bahwa Warung Aspirasi Rakyat bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi yang sehat antara masyarakat dan para pemangku kebijakan.
“Melalui Warung Aspirasi Rakyat, kami ingin menghadirkan ruang yang inklusif, tempat setiap warga dapat menyampaikan aspirasinya dengan bebas, santun, dan bertanggung jawab. Dari dialog yang baik akan lahir solusi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan hadirnya program ini, Global Press Network berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, memperkuat peran media sebagai jembatan informasi, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
(Redaksi)






















