Beranda Berita Nasional Di Tuding Merusak Habitat Tanaman Air.Ikan Mas Di Australia Di Anggap Hama 

Di Tuding Merusak Habitat Tanaman Air.Ikan Mas Di Australia Di Anggap Hama 

35
0

Buletin-news.com – Sebuah fenomena tak biasa terjadi di benua Australia. Sekitar 360 juta ikan mas (Cyprinus carpio) memenuhi berbagai saluran air dan sungai, menciptakan krisis ekologi yang mengancam keberlangsungan spesies asli perairan setempat .

Ikan mas, yang dikenal dengan nama ilmiah Cyprinus carpio, sebenarnya bukanlah spesies asli Australia. Ikan ini pertama kali didatangkan pada pertengahan abad ke-19 dari Eropa dan Asia. Namun, situasi berubah drastis pada tahun 1960-an ketika strain ikan mas yang sangat agresif, dikenal sebagai Boolarra strain, diperkenalkan di sebuah danau peternakan dekat Boolarra, Victoria .

Bencana ekologis semakin memburuk ketika banjir besar tahun 1974 menyebabkan ikan mas dari strain Boolarra ini lolos ke sistem sungai Murray-Darling, jaringan sungai terluas dan terpenting di Australia. Dalam dua dekade, ikan mas telah menjajah seluruh Cekungan Murray-Darling yang mencakup area seluas lebih dari satu juta kilometer persegi .

Tanpa predator alami yang cukup, ikan mas berkembang biak dengan sangat cepat. Seekor induk ikan mas betina dapat menghasilkan antara 100.000 hingga 1,5 juta telur per satu kali pemijahan, dan dapat memijah beberapa kali dalam satu musim .

Konsekuensinya, di beberapa aliran sungai, ikan mas kini menyusun lebih dari 90 persen dari total biomassa ikan, menjadikannya hama akuatik paling merusak di Australia .

Ikan mas dikategorikan sebagai salah satu spesies invasif terburuk di dunia .

Kebiasaan makan ikan mas yang mengaduk dasar perairan saat mencari makan menyebabkan air menjadi keruh.

Penelitian menunjukkan bahwa invasi ikan mas di Australia telah mengakibatkan:

– Penurunan tanaman air (makrofita) sebesar 36 persen

· Penurunan makroinvertebrata sebesar 31 persen

·- Peningkatan kekeruhan air hingga 63 persen

Kondisi ini merusak habitat tanaman air, mengurangi kualitas air secara keseluruhan, dan memicu pertumbuhan ganggang beracun (cyanobacteria) yang berdampak pada pasokan air minum dan rekreasi air .

Studi oleh National Carp Control Plan (NCCP) memperkirakan bahwa dampak ikan mas merugikan ekonomi Australia antara $11,8 hingga $500 juta per tahun. Kerugian ini mencakup dampak ekologis, sosial, rekreasi, penurunan kualitas air, infrastruktur, serta dampak sekunder lainnya .

Pemerintah Australia telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan populasi ikan mas. Sejak tahun 2016, Pemerintah Australia menginvestasikan $10,37 juta untuk National Carp Control Plan (NCCP) guna menilai kelayakan penggunaan virus herpes ikan mas (Cyprinid herpesvirus 3/CyHV-3) sebagai agen pengendalian hayati .

Virus ini diklaim spesifik untuk ikan mas dan tidak mempengaruhi ikan asli, mamalia, burung, atau hewan lainnya. Uji laboratorium menunjukkan tingkat kematian ikan mas mencapai lebih dari 90 persen .

Sementara keputusan tentang virus masih ditunda, berbagai metode konvensional terus dijalankan. Di Central Coast, New South Wales, kompetisi memancing “Carp to Croc” berhasil melibatkan 101 nelayan lokal yang menangkap 296 ikan mas dalam satu bulan. Ikan-ikan tersebut kemudian diberikan untuk memberi makan buaya bernama Elvis di Australian Reptile Park .

Para peneliti dari CSIRO dan berbagai universitas terus bekerja mengembangkan strategi pengendalian terpadu. NCCP memperkirakan bahwa virus, jika berhasil dilepaskan, dapat mengurangi populasi ikan mas sekitar 40-60 persen dalam periode 10 tahun .

Fenomena ini menjadi pengingat penting tentang bahaya spesies invasif terhadap keseimbangan alam. Apa yang awalnya dianggap sebagai upaya memperkaya keanekaragaman justru berbalik menjadi ancaman besar. Australia kini harus menghadapi konsekuensi dari penyebaran ikan mas yang tak terkendali, sembari mencari solusi terbaik untuk memulihkan ekosistem perairannya.

Sumber :

– CSIRO (penelitian virus herpes ikan mas)

-. National Carp Control Plan (NCCP) – Australia

– Laporan pemerintah Australia tentang spesies invasif

– Artikel dari ABC News, The Guardian Australia, atau jurnal seperti Biological Invasions

– Kompasiana.com . news.detik.com

Gambar AL

Penulis : Team Redaksi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here