Beranda Berita Nasional 38 Paket Raib Dibuang Jadi Sampah, J&T Barombong Disorot Karena Kurang Teliti

38 Paket Raib Dibuang Jadi Sampah, J&T Barombong Disorot Karena Kurang Teliti

60
0

Makassar, Buletin-news.com || Sebuah kelalaian fatal dan sangat memalukan menimpa agen ekspedisi J&T yang berlokasi di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Akibat keteledoran yang luar biasa, sebanyak 38 paket milik pelanggan justru raib dan diduga kuat telah dibuang ke tempat sampah, hanya karena salah dianggap sebagai tumpukan sampah biasa.

Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat (10/4/2026). Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika seorang karyawan kurir bernama Nanang diperintahkan oleh atasannya untuk membersihkan area. Alih-alih memeriksa dengan teliti, karung berisi puluhan paket tersebut justru disangka sampah dan diperintahkan untuk dibuang.

Hal ini semakin diperparah dengan fakta bahwa karyawan tersebut sama sekali tidak merasa aneh meski beban yang dibawa terasa jauh lebih berat dari sampah pada umumnya. “Ironisnya, karyawan tersebut sama sekali tidak merasa janggal mengapa sampah yang dia bawa jauh lebih berat dari biasanya,” ujar sumber di lokasi.

Rekaman CCTV yang berhasil diamankan memperlihatkan dengan jelas bagaimana karung besar tersebut ditarik dengan susah payah dan dimuat ke atas mobil pengangkut sampah yang sedang melintas. Bukti visual ini menjadi saksi bisu betapa buruknya pengawasan dan manajemen pengelolaan barang di kantor cabang tersebut.

Sorotan tajam kini tertuju penuh pada manajemen J&T. Sungguh sangat tidak profesional dan mencederai kepercayaan publik, di mana sebuah perusahaan logistik seharusnya menjaga setiap barang dengan standar keamanan tinggi. Kelalaian ini membuktikan bahwa pihaknya tidak teliti, tidak hati-hati, dan seolah menganggap remeh pesanan pelanggan yang sebenarnya berisi barang berharga.

Saat dikonfirmasi, situasi justru memanas lantaran sopir armada sampah enggan mengakui peristiwa tersebut meski bukti video sudah jelas terlihat. Hingga berita ini diturunkan, pihak J&T masih berupaya melakukan mediasi, namun kerugian dan citra buruk sudah terlanjur terjadi. Masyarakat kini bertanya-tanya, bagaimana mungkin barang kiriman bisa diperlakukan sembarangan seperti ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here