Brebes – Jateng-Buletin-news.com-Warga Desa Pengaradan, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, digegerkan oleh penemuan dua jasad pria di atas atap lantai tiga Masjid Jami Miftahul Jannah, Rabu (25/3/2026) sore hingga malam hari.
Kedua korban diketahui merupakan warga setempat yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga sejak beberapa hari sebelum Hari Raya Idul Fitri.
Korban berinisial IW (28) dan BM (33) dilaporkan menghilang sejak Jumat (20/3/2026). Sejak saat itu, pihak keluarga bersama warga dan aparat kepolisian telah berupaya melakukan pencarian.
Informasi kehilangan pun sempat disebarluaskan melalui media sosial dengan harapan keduanya segera ditemukan.
Namun, harapan itu berubah menjadi duka mendalam setelah keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi yang tak terduga, yakni di atas atap lantai tiga masjid desa setempat.
Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga yang melihat adanya belatung berjatuhan dari bagian atas bangunan masjid.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada marbot. Saat dilakukan pengecekan ke bagian atas, marbot dibuat terkejut ketika mendapati dua tubuh pria sudah dalam kondisi mengenaskan tergeletak di lokasi tersebut.
Kondisi kedua korban saat ditemukan sangat memprihatinkan. Tubuh mereka dilaporkan mengalami luka bakar di hampir seluruh bagian, bahkan sebagian sudah menghitam dan membusuk, mengindikasikan bahwa korban telah meninggal dunia sejak beberapa hari sebelumnya.
Marhadi, sepupu dari salah satu korban, mengungkapkan bahwa sebelum dinyatakan hilang, kedua korban sempat terlihat berada di area masjid.
Mereka diketahui tengah melakukan aktivitas pemasangan lampu di bagian menara kubah masjid pada Jumat (20/3/2026).
“Waktu itu adik sepupu saya sempat minta diantar ke rumah istrinya, tapi saya bilang sedang sibuk. Setelah itu saya lihat mereka turun ke bawah,” ujar Marhadi saat ditemui di kamar jenazah RSUD Brebes.
Sejak saat itu, keduanya tidak lagi terlihat hingga akhirnya dinyatakan hilang oleh keluarga keesokan harinya, Sabtu (21/3/2026), bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.
Pencarian pun dilakukan secara intensif oleh keluarga, warga, dan pihak kepolisian, namun tidak membuahkan hasil hingga akhirnya penemuan tragis tersebut terjadi.
Dugaan sementara, kedua korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat melakukan pekerjaan di atas masjid.
Hal ini diperkuat dengan kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar cukup parah.
Meski demikian, pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan окончif terkait penyebab kematian. Kapolsek Tanjung, AKP R. Imam Prihadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi, sehingga jenazah sudah kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.
Sementara itu, proses evakuasi jenazah dari atas atap masjid sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati mengingat posisi korban berada di ketinggian dan kondisi bangunan yang cukup sulit dijangkau.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan kerja, terutama saat beraktivitas di area berisiko tinggi seperti instalasi listrik dan ketinggian.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap secara pasti kronologi kejadian yang menimpa kedua pemuda tersebut.
Lp slmt























