Beranda Berita Nasional JERITAN DARI BALIK RETAKAN : 2.467 WARGA PADASARI MENANGIS MENANTI KEPASTIAN RELOKASI...

JERITAN DARI BALIK RETAKAN : 2.467 WARGA PADASARI MENANGIS MENANTI KEPASTIAN RELOKASI .

147
0

TEGAL -JatengBuletin-news.com-11 Pebruari 2026 .Memasuki hari ke 10 bencana tanah bergerakdi Desa padasari , kecamatan Jatinegara , situasi kemanusiaan telah mencapai titik kritis . Berdasarkan data baru per Rabu ( 11/02/2026),sebanyak 2.467 jiwa ( 575 KK) kini bertahan dalam ketidakpastian di 9 titik pengungsian setelah rumah – rumah Mereka hancur di telan bumi .

 

Data kerusakan yang mengkhawatirkan laporan resmi menunjukan skala kerusakan yang sangat masif : Total pemukiman : 857 unit rumah terdampak, dengan 407 unit masuk katagori russk berat / roboh .Fasilitas umum : 21 fasilitas sosial ,termasuk tempat ibadah dsn sekolah mengalami kerusakan serius .

 

Kesehatan : tercatat 671 kunjungan medis didominasi oleh penyakit ISPA dan gangguan otot , serta ganguan psikologis yang kian menurun .Suara dari lapangan ; ” kapan kami di relokasi ?

Ditengah tumpukan logistik dan tenda darurat, yang paling di butuhkan warga saat ini

Bukanlah sekedar mie instan , melainkan jawaban .penemuan langsung di lapangan menggambarkan suasana pilu; para pengungsi,terutama lansia dan ibu – ibu ,

Menangis meratapi kehilangan rumah yang telah mereka bangun puluhan tahun .

” Y Allah , saya sudah kehilangan rumah , gimana ini ? Kenapa pemerintah tidak secepatnya memperhatikan kami untuk pencarian tempat hunian yang baik ? Dimana lagi kita mau tinggal ?” Ujar salah satu warga sembari terisak .

Kepiluan ini sangat nyata di setiap pengungsian . Ketidaktahuan tentang kapan dan di mana mereka akan ditempatkan ( relokasi) menciptakan trauma yang lebih dalam daripada bencana itu sendiri . Warga seolah di biarkan menunggu tanpa kejelasan di atas tanah yang terus bergerak .

Desakan kepada pemerintah kabupaten Tegal dan instansi

Kami menegaskan bahwa Penanganan darurat tidak boleh Hanya bersifat sementara, kami mendesak pemerintah untuk :

1.segerakan keputusan relokasi : meminta kejelasan pengunaan lahan ( termasuk alternatif lahan perhutani ) agar warga memiliki harapan akan hunian yang layak dan aman.

2 . Tranfaransi impormasi : berikan jawaban langsung kepada pengungsi mengenai jadwal dan lokasi tempat tinggal baru mereka , jangan biarkan warga bertahan dalam tangisan dan tidakpastian.

 

3 . Pendampingan psikososial: menghadirkan dukungan mental bagi warga yang mengalami syok berat akibat kehilangan seluruh harta benda .

 

Melihat mata yang sembab dan mendengar suara bergetar warga di lapangan membuat hati siapa pun miris. Kami berharap laporan ini menjadi pengingat bagi para pengambil kebijakan : Rumah Mereka Boleh saja hilang di telan bumi ,tapi jangan biarkan harapan dan martabat warga padasari ikut terkubur Karena lambatnya birokrasi

Kabupaten Tegal

 

By ,slmt.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here