Sulawesi selatan, Buletin-news.com || Di tengah keluarga besar DENBOGUARD, di antara beragam watak dan karakter yang saling melengkapi, ada satu sosok yang tak pernah luput dari perhatian. Bukan karena kedudukan yang tinggi atau kata-kata yang indah — melainkan karena kehadirannya yang terasa seperti rumah sendiri.
Dialah Komandan Tata, yang lebih akrab disapa Kak Udhin.
Ia sederhana. Pakaiannya tak pernah menonjol, ucapannya lugu, tak berbunga-bunga. Kalau bicara, apa yang ada di hati langsung keluar ke mulut — ceplos, jujur, tak berputar-putar. Kadang kalimatnya begitu lugas hingga membuat orang tersentak, bahkan tersinggung sejenak. Tapi tak butuh waktu lama bagi siapa pun untuk sadar: tak ada kebencian di ucapannya, hanya kejujuran yang ia sayangi.
Celotehnya terdengar di mana-mana. Candannya pecah di saat-saat yang tegang, tawa merekah di wajahnya seolah tak pernah lelah. Ada yang menganggapnya terlalu banyak bicara, ada yang tersenyum geleng-geleng mendengar kelakarnya. Namun mereka yang mengenalnya lebih dalam tahu: di balik keramaian kata-katanya, tersimpan hati yang paling peduli.
Saat ada anggota yang kesulitan — entah urusan pribadi, atau tersangkut masalah di dalam organisasi — Kak Udhin adalah orang pertama yang datang. Bukan berdiri jauh lalu memberi nasihat, melainkan mendekat, bertanya dengan lembut, lalu mencari jalan keluar bersama. Ia tak memandang siapa yang hadir, siapa yang berpangkat, atau siapa yang dulu mendukungnya. Baginya, semua yang bernama DENBOGUARD adalah saudara yang harus dijaga.
Di tengah perbedaan sifat — ada yang diam, ada yang lantang, ada yang sibuk mengkritik, ada yang sibuk menilai — Kak Udhin hadir sebagai penyeimbang. Ketika perselisihan mulai muncul, ia tak menambah api dengan kata-kata pedas. Ia justru menjadi jembatan: menenangkan yang marah, menguatkan yang lelah, mengingatkan yang lupa — bahwa kita satu keluarga, dan perbedaan bukan alasan untuk terpisah.
“Kita ini datang dari mana-mana, watak beda-beda, tapi tujuan kita satu,” begitu ucapnya, sambil tersenyum lebar. “Jangan biarkan hal kecil merusak apa yang sudah kita bangun bersama. Kalau ada yang salah, bicaralah. Kalau ada yang butuh, tolonglah. Sederhana saja.”
Ia bukan orang yang sempurna. Kadang kata-katanya terlalu tajam, kadang kelakarnya tak pada tempatnya. Tapi tak ada satu pun yang bisa menyangkal: hatinya tulus, perhatiannya nyata, dan kehadirannya selalu menjadi solusi.
Sederhana, merakyat, penuh canda — namun di balik itu semua, jiwanya berhati emas. Ia adalah bukti nyata: bukan siapa yang paling tenang yang paling berharga, melainkan siapa yang walau bising suaranya, tetap paling peduli pada nasib saudaranya.
Itulah Kak Udhin — Komandan Tata kami. Selalu ada, selalu perhatian, selalu menjadi tempat pulang bagi siapa saja yang merasa tersisih. Dan DENBOGUARD sedikit lebih hangat, karena ada dia di tengah-tengah kita.






















