Beranda Berita Nasional Semangat Persatuan dari Botolempangan: Kolaborasi Warga, Mahasiswa, dan Lembaga Wujudkan Penanaman 1.000...

Semangat Persatuan dari Botolempangan: Kolaborasi Warga, Mahasiswa, dan Lembaga Wujudkan Penanaman 1.000 Pohon Durian di Kawasan Wisata Istana Karst. 

26
0

Maros — Buletin-news.com — Dari sebuah tempat sederhana di Desa Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, terpancar semangat kebersamaan yang begitu kuat. Di tengah suasana hangat penuh kekeluargaan, berbagai elemen masyarakat duduk bersama, menyatukan visi dan langkah untuk sebuah tujuan besar: membangun daerah melalui gerakan hijau dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menjadi titik awal pelaksanaan kegiatan penanaman 1.000 pohon durian di kawasan wisata Istana Karst—sebuah program yang bukan sekadar kegiatan penghijauan, tetapi juga simbol nyata persatuan lintas elemen demi kemajuan daerah.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi yang harmonis antara mahasiswa KKN Universitas Islam Makassar (UIM), Pemerintah Kecamatan Bontoa, Pemerintah Desa Botolempangan, LSM GMBI Distrik Maros, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Maros. Semua pihak hadir tanpa sekat, menunjukkan bahwa pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil gotong royong bersama.

Dalam diskusi yang berlangsung penuh keakraban, terlihat jelas bahwa semangat kebersamaan menjadi fondasi utama. Tidak ada perbedaan latar belakang yang menjadi penghalang—justru keberagaman itu menjadi kekuatan yang menyatukan langkah menuju tujuan yang sama: menjadikan Botolempangan sebagai daerah yang hijau, produktif, dan memiliki daya tarik wisata yang semakin kuat.

Program penanaman 1.000 pohon durian ini dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi masyarakat. Selain berfungsi menjaga kelestarian lingkungan, pohon-pohon tersebut diharapkan kelak menjadi sumber ekonomi baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga. Kawasan wisata Istana Karst pun diharapkan semakin dikenal luas sebagai destinasi unggulan yang memadukan keindahan alam dengan potensi agrikultur.

Pelaksanaan kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Ahad, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Keterlibatan warga menjadi bukti bahwa pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang tumbuh dari akar kebersamaan.

Lebih dari sekadar program penghijauan, kegiatan ini mencerminkan wajah Botolempangan yang sesungguhnya—daerah yang kaya akan nilai gotong royong, semangat persatuan, serta tekad untuk terus berkembang tanpa meninggalkan jati diri.

Dari desa kecil ini, sebuah pesan besar disampaikan: bahwa ketika masyarakat, pemerintah, mahasiswa, dan lembaga bersatu, maka tidak ada mimpi yang terlalu besar untuk diwujudkan. Botolempangan hari ini bukan hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan, masa depan, dan kebanggaan bagi generasi yang akan datang.

Lp. SR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here