Beranda Berita Nasional Waspada Karhutla di Musim Kemarau 2026, Polda Jateng Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Waspada Karhutla di Musim Kemarau 2026, Polda Jateng Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

16
0

Semarang , Buletin-news.com – Memasuki musim kemarau tahun 2026, Polda Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Perubahan cuaca yang ditandai dengan menurunnya curah hujan serta meningkatnya suhu udara membuat kondisi tanah dan vegetasi menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

Berdasarkan prakiraan dari BMKG, musim kemarau di wilayah Jawa Tengah diperkirakan mulai berlangsung sejak April hingga Mei 2026,

dengan puncak kemarau terjadi pada Agustus mendatang. Kondisi ini dinilai berpotensi meningkatkan jumlah titik api, terutama di daerah dengan karakteristik lahan kering.

Wilayah Jawa Tengah bagian timur dan utara seperti Blora, Rembang, Grobogan, dan Pati menjadi daerah dengan tingkat kerawanan lebih tinggi.

Dominasi hutan jati di wilayah tersebut menyebabkan banyaknya daun kering yang mudah tersulut api, terlebih saat angin bertiup kencang.

Selain itu, wilayah selatan seperti Wonogiri juga memiliki potensi kebakaran, khususnya di kawasan perbukitan dan lahan terbuka dengan vegetasi semak yang cepat mengering.

Polda Jateng menegaskan bahwa sebagian besar kebakaran hutan dan lahan dipicu oleh aktivitas manusia.

Di antaranya pembakaran sampah, pembukaan lahan dengan cara dibakar, hingga kelalaian penggunaan api di area terbuka.

Dampak dari karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat asap yang ditimbulkan.

Selain menurunkan kualitas udara, kebakaran juga berpotensi meluas hingga mendekati lahan pertanian dan permukiman warga.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kebakaran.

Kepedulian dan peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau.

Polda Jateng berharap sinergi antara aparat dan masyarakat dapat meminimalkan risiko kebakaran, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.

LP : Tim Liputan Jateng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here