Makassar, Buletin-news.com || Kemarahan publik memuncak usai sejumlah warganet mengeluhkan nasib paket mereka yang tak kunjung tiba di media sosial TikTok. Mulai dari kiriman yang dikirim sejak bulan Februari hingga yang seharusnya sampai sebelum Ramadhan namun masih tertahan di perjalanan, kini misteri itu mulai terjawab.
Terkuak fakta memilukan di agen J&T Barombong, Kecamatan Tamalate, di mana puluhan paket justru diperlakukan sembarangan dan dibuang layaknya sampah biasa.
Peristiwa naas ini terjadi pada Jumat, 10 April 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika seorang staf diperintahkan membersihkan area operasional. Tanpa melakukan verifikasi isi dan identitas barang, sebuah karung besar yang berisi total 38 paket kiriman pelanggan langsung disangka sebagai tumpukan limbah, sehingga diperintahkan untuk segera dibuang.
Ironisnya, kelalaian fatal ini semakin mencengangkan karena beban yang diangkut terasa jauh lebih berat dibandingkan sampah pada umumnya. Namun, hal aneh tersebut tidak menyadarkan petugas untuk mengecek isi karung lebih dulu. Rekaman CCTV yang berhasil diamankan memperlihatkan dengan jelas bagaimana bungkusan besar itu ditarik dengan susah payah dan dimuat ke atas mobil pengangkut sampah yang melintas.
Bukti visual ini menjadi saksi bisu yang menunjukkan adanya kegagalan sistem dalam pengawasan dan manajemen pengelolaan barang di cabang tersebut. Padahal, sebagai perusahaan logistik, standar keamanan dan ketelitian dalam menjaga aset pelanggan seharusnya menjadi prioritas mutlak. Kelalaian ini dinilai sangat tidak profesional dan telah mencederai rasa kepercayaan masyarakat yang mempercayakan barang berharganya.
Di kolom komentar TikTok, banyak pengguna yang kini menyadari penyebab keterlambatan pengiriman mereka. “Pantas barang yang saya pesan udah lewat estimasi, ternyata ini penyebabnya,” ujar salah satu warganet. Keluhan lain juga menyoroti buruknya pelayanan, di mana paket yang dikirim berbulan-bulan lalu hingga yang dijadwalkan tiba sebelum puasa, kini nasibnya tak jelas dan diduga ikut menjadi korban perlakuan asal-asalan tersebut.
Saat ini, upaya mediasi tengah dilakukan untuk menelusuri keberadaan paket-paket tersebut, namun kendala muncul lantaran pihak pengangkut sampah enggan mengakui peristiwa tersebut meski bukti video sudah sangat jelas. Hingga berita ini diturunkan pada Senin (13/04), belum ada pernyataan resmi maupun tanggapan jelas dari pihak manajemen J&T terkait kerugian yang dialami pelanggan serta bentuk pertanggungjawaban yang akan diberikan.
Redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi. Masyarakat pun kini menanti, bagaimana perusahaan besar ini menyikapi masalah ini dan berkomitmen memulihkan kepercayaan publik yang kini kian goyah akibat pengelolaan yang dinilai sangat minim pengawasan.
Redaksi:





















