Beranda Berita Saat Diminta Keterangan BNI Bungkam, Setelah Terbongkar Malah Suruh Takedown Berita, Ada...

Saat Diminta Keterangan BNI Bungkam, Setelah Terbongkar Malah Suruh Takedown Berita, Ada Apa Ya?

69
0

Polewali, Buletin-news.com  || Kejujuran bukan hal yang ditakuti, melainkan yang dipertahankan. Itulah kenyataan yang muncul setelah pemberitaan dugaan manipulasi kredit dan praktik “uang pelicin” di BNI UKC Polewali terungkap ke publik. Alih-alih memberikan penjelasan terbuka, mengakui kesalahan, atau menindak pihak yang bersalah, yang justru dilakukan pihak bank adalah menekan awak media untuk menarik berita tersebut dari peredaran,(24/09/2026).

Langkah ini sungguh memprihatinkan dan semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang sengaja ditutupi di balik pintu tertutup kantor BNI tersebut. Sebelumnya, saat dimintai keterangan demi konfirmasi, pihak BNI bungkam seribu bahasa. Tak ada penyangkalan, tak ada penjelasan, tak ada kejelasan. Namun begitu fakta sampai ke telinga masyarakat, barulah suara mereka terdengar bukan untuk meluruskan, melainkan untuk membungkam.

Permintaan atau lebih tepatnya tekanan agar berita dihapus tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan secara jurnalistik bukanlah cara lembaga keuangan yang bersih bertindak. Ini adalah upaya menutup-nutupi keburukan, mencoba menyembunyikan luka yang sudah menganga lebar. Seakan-akan dengan menghapus tulisan, fakta yang dialami langsung oleh nasabah korban juga akan hilang begitu saja.

Tetapi kebenaran tidak bisa dihapus dengan perintah pejabat atau tekanan kekuasaan. Nasabah korban sudah membuktikan bahwa namanya bahkan tidak terdaftar dalam sistem, proses penandatanganan dilakukan di luar jam kerja tanpa saksi, kredit macet tiba-tiba disetujui dengan imbalan uang pelicin — semua fakta itu nyata, tercatat, dan dialami secara langsung.

Menyaksikan tekanan yang dialami awak media serta ketidakberdayaan nasabah yang terjebak dalam jerat utang buatan, Organisasi Bela Rakyat (DOBRAK) menyatakan tidak akan tinggal diam. Langkah pembungkaman ini justru membuktikan bahwa tuntutan keadilan tidak bisa hanya ditunggu di balik meja, melainkan harus diperjuangkan secara langsung di hadapan publik.

Oleh karena itu, DOBRAK menyatakan sikap tegas: kami akan menggelar aksi unjuk rasa damai menuntut keadilan dan keterbukaan. Kami turun ke jalan bukan untuk mengacau, melainkan agar suara yang dibungkam dapat didengar. Kami menuntut OJK segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, manajemen BNI bertanggung jawab atas kelalaian yang merugikan nasabah, serta perlindungan mutlak bagi korban praktik curang ini.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak BNI dan pihak terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here