Jeneponto, Buletin-news.com || Sebuah tragedi memilukan dan penuh misteri mengguncang Desa Mallasoro, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Seorang pria berinisial RT (36), yang menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), ditemukan tewas setelah diduga melakukan tindakan mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri.
Kejadian naas ini ditemukan pada Sabtu pagi, 11 April 2026, sekitar pukul 07.30 WITA. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh ibu mertuanya yang berinisial SS (60). Sangat mengerikan, korban ditemukan dalam keadaan tergantung menggunakan tali yang diikatkan pada tiang kayu di dalam kandang ayam miliknya yang berada di area persawahan.
Melihat situasi tersebut, sang mertua langsung bertindak memotong tali dan menurunkan jenazah korban, kemudian segera meminta pertolongan kepada warga sekitar yang berada di lokasi tersebut. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti motif yang mendorong korban mengambil jalan pintas yang sangat tragis tersebut.
Kasus ini menjadi semakin mencolok dan memunculkan banyak tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Pasalnya, kematian korban terjadi tepat di momen yang sangat sensitif, menjelang dilaksanakannya rapat besar Musyawarah Laporan Pertanggungjawaban BUMDes yang seharusnya menjadi ajang pengungkapan kinerja dan keuangan desa.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mallasoro membenarkan kebenaran informasi tersebut melalui pesan WhatsApp pada Senin (14/4/2026). “Iya betul dia gantung diri,” ujarnya singkat namun memukul.
Lebih mengejutkan lagi, meski ketua pengelola telah tiada dalam kondisi yang tidak wajar, agenda rapat pertanggungjawaban tersebut dikabarkan tetap akan digelar. “Tapi pelaksanaannya tetap dilaksanakan, dan dihadiri oleh Sekdin PMD, tenaga ahli P3MD,” tambahnya.
Keputusan untuk tetap memaksakan agenda ini di tengah suasana duka dan misteri kematian ketua BUMDes tentu memunculkan spekulasi baru. Publik kini bertanya-tanya, ada apa sebenarnya di balik layar pengelolaan dana desa ini? Apakah ada hal besar yang sedang ditutup-tutupi hingga nyawa menjadi taruhan?
Redaksi:






















