Beranda Berita Nasional Kekacauan Program MBG Di Beberapa SD Di Gowa: Kualitas Menu Semakin Parah,...

Kekacauan Program MBG Di Beberapa SD Di Gowa: Kualitas Menu Semakin Parah, Diduga Ada Keserakahan Yang Berlebihan

170
0

Gowa, Buletin-news.com || Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, ternyata jauh dari harapan dan bahkan dinilai telah menyimpang dari esensi program yang seharusnya melindungi hak anak atas gizi layak.

Parahnya lagi, menu yang diberikan kepada siswa-siswi SD tersebut hanya terdiri dari satu bungkus roti, tiga buah rambutan, satu biji telur rebus, dan kripik tempe – dengan perkiraan nilai hanya sekitar 10 ribu rupiah saja.

Ini adalah pembodohan yang tidak bisa diterima lagi! Program yang seharusnya menjadi penyangga asupan gizi anak-anak justru diperlakukan seolah-olah hanya sekadar formalitas tanpa memperhatikan dampak buruk yang akan ditimbulkan bagi kesehatan dan perkembangan generasi muda.

“Seharusnya menu yang disajikan benar-benar bergizi, atau paling tidak diuangkan saja selama bulan Ramadhan yang akan tiba,” tegas Ridwan. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini bukan hanya masalah efisiensi atau kurangnya pemahaman tentang standar gizi, tetapi sudah jelas menunjukkan adanya penyimpangan yang sengaja dilakukan demi keuntungan pribadi.

Ridwan tidak sungkan lagi untuk menyatakan dugaan adanya keserakahan yang berlebihan dari pihak pengelola program. “Ini bukan lagi soal efisiensi, tapi sudah ada indikasi pengelola yang terlalu serakah ingin mengambil keuntungan yang sangat besar, sehingga kualitas dan gizi anak-anak menjadi korban yang paling tersakiti,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pihak pengawas yang seharusnya menjaga agar program berjalan sesuai dengan aturan juga dinilai telah gagal sepenuhnya. Ridwan menuding Badan Gizi Nasional kurang dalam melakukan pengawasan yang ketat, sehingga terjadi kekosongan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penyalahgunaan anggaran.

“Pengelolaan dari Badan Gizi Nasional seolah kurang pengawasan, ini sangat disayangkan dan tidak bisa dibiarkan terus berlanjut,” tandasnya.

Anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang bersekolah di Kabupaten Gowa, memiliki hak untuk mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang memenuhi standar kesehatan. Namun, apa yang terjadi saat ini adalah pembohongan terhadap masyarakat dan pengkhianatan terhadap masa depan bangsa. Setiap rupiah anggaran yang disalahgunakan dari program MBG adalah uang rakyat yang dicuri dari mulut anak-anak kita!

Menanggapi kondisi yang semakin memburuk ini, Ridwan Makkulau dengan tegas menyerukan agar program MBG dihentikan secara langsung jika tidak ada perbaikan yang signifikan dan menyeluruh dalam waktu dekat.

“Kalau perlu, program ini dihentikan saja jika tidak bisa menjamin gizi anak-anak kita. Lebih baik fokus pada program lain yang lebih efektif dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan ini adalah seruan keras kepada Pemerintah Kabupaten Gowa dan Badan Gizi Nasional untuk segera mengambil tindakan tegas. Evaluasi mendalam harus dilakukan, pelaku yang bersalah harus diadili sesuai dengan hukum, dan hak anak-anak atas makanan bergizi harus segera dipulihkan sebelum kerusakan yang lebih parah terjadi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here