Beranda Berita Jalan Utama Gunung Jati–Batunyana–Danasari Amblas Usai Diguyur Hujan Deras

Jalan Utama Gunung Jati–Batunyana–Danasari Amblas Usai Diguyur Hujan Deras

92
0


Tegal, Jawa Tengah | Buletin-News.com
Kamis, 22 Januari 2026
Jalan utama Kabupaten Tegal yang menghubungkan Gunung Jati–Batunyana–Danasari, tepatnya di wilayah Kecamatan Bojong, mengalami ambles dan retak parah setelah diguyur hujan deras pada Rabu sore (21/01/2026).

Jalan tersebut diketahui merupakan hasil pekerjaan proyek pada November 2025. Namun derasnya aliran air hujan serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air menyebabkan tanah di bawah dan di samping badan jalan terkikis, hingga akhirnya terjadi pergerakan tanah.

Di lokasi kejadian terdapat talud setinggi sekitar 2 meter di sisi bahu jalan. Namun kondisi tanah di sekitarnya tidak mampu menahan tekanan air yang deras. Akibatnya, badan jalan mengalami keretakan, patah, dan amblas sedalam sekitar 1 meter dengan panjang kurang lebih 15 meter.
Pemerhati kebijakan publik, Ahmad, menilai kerusakan tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh pekerjaan proyek jalan.

“Ini jelas faktor alam dan struktur tanah yang tidak stabil. Jalan ini sudah sering diperbaiki, tetapi tidak bertahan lama. Karakter tanah di wilayah Gunung Jati memang rawan pergerakan,” ujarnya, Rabu (21/01/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pihak rekanan telah bekerja sesuai prosedur dan mengikuti petunjuk teknis (juknis) dari Dinas PUPR Kabupaten Tegal.
Hal senada disampaikan oleh Pemerintah Desa Gunung Jati, yang membenarkan bahwa jalan tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan dan perbaikan, dan kejadian kali ini bukan yang pertama.

Saat peninjauan lokasi, Kapolsek Bojong Kompol Khaerun turut hadir memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi jalan amblas.
Untuk sementara waktu, arus lalu lintas dialihkan ke jalur alternatif, khususnya bagi kendaraan bermuatan berat.
Sementara itu, sepeda motor masih diperbolehkan melintas dengan kewaspadaan tinggi, mengingat struktur jalan masih labil.

Kepala Desa Gunung Jati mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat melintas karena kondisi tanah di lokasi tersebut mudah bergerak dan mengalami penurunan, terutama saat curah hujan tinggi.
Secara geologis, wilayah tersebut memiliki kandungan air tanah tinggi dan struktur tanah yang longgar, sehingga tidak mampu menopang beban secara optimal.

Kondisi ini memerlukan perlakuan khusus, seperti uji kelayakan tanah secara mendalam serta pembangunan pondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan guna mencegah kerusakan serupa di masa mendatang.

(Slamet S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here