Beranda Berita Sawah Mulai Mengering, Petani di Dusun Jampu Bergotong Royong Sambung Pipa Air...

Sawah Mulai Mengering, Petani di Dusun Jampu Bergotong Royong Sambung Pipa Air Demi Menyelamatkan Hamparan Padi dari Ancaman Kekeringan

43
0

SIDRAP, Buletin-news.com – Semangat kebersamaan kembali ditunjukkan para petani di Dusun Jampu, Desa Abbokongan, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Di tengah ancaman musim kemarau yang mulai menyebabkan sejumlah areal persawahan mengering, puluhan petani turun langsung bergotong royong memasang dan menyambung jaringan pipa air dari sumber mata air (ledang) menuju lahan pertanian yang mulai kekurangan pasokan air.

Aksi gotong royong tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekompakan masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam menjaga ketahanan pangan. Tanpa menunggu bantuan, para petani secara swadaya mengangkut pipa, menyusun jalur distribusi air, hingga mengoperasikan mesin pompa dompeng dan mesin celup agar air dapat mengalir ke hamparan sawah yang mulai mengalami kekeringan.

Pemandangan di lokasi memperlihatkan para petani bekerja di bawah terik matahari. Dengan penuh semangat, mereka saling membantu memasang pipa sepanjang pematang sawah demi memastikan tanaman padi tetap mendapatkan kebutuhan air. Meski pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dan waktu, seluruh petani tetap bekerja dengan penuh kekompakan demi menyelamatkan hasil panen yang menjadi sumber penghidupan keluarga mereka.

Menurut salah seorang petani, Anto, kondisi cuaca yang semakin panas dalam beberapa pekan terakhir menyebabkan debit air irigasi menurun sehingga sebagian lahan mulai mengering. Oleh karena itu, petani berinisiatif mengambil air dari sumber mata air menggunakan jaringan pipa dan mesin pompa agar tanaman padi tidak mengalami gagal panen.

“Ini merupakan usaha bersama seluruh petani. Kami bergotong royong menyambung pipa dari ledang menggunakan mesin dompeng dan mesin celup supaya air bisa sampai ke sawah. Harapan kami, tanaman padi tetap tumbuh dengan baik hingga musim panen tiba,” ujar Anto.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan para petani menjadi cerminan bahwa sektor pertanian tidak hanya bergantung pada teknologi dan infrastruktur, tetapi juga pada solidaritas masyarakat. Kebersamaan yang terbangun di tengah tantangan musim kemarau menjadi modal penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Meski demikian, para petani berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah maupun instansi terkait terhadap kondisi jaringan irigasi di wilayah tersebut. Mereka menginginkan solusi jangka panjang berupa peningkatan infrastruktur pengairan agar distribusi air ke lahan pertanian dapat berjalan lebih optimal, terutama saat musim kemarau.

Dengan tersedianya sistem irigasi yang memadai, diharapkan para petani tidak lagi harus melakukan upaya darurat setiap kali terjadi penurunan debit air. Dukungan tersebut dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani sebagai ujung tombak penyedia pangan.

Di tengah tantangan perubahan cuaca yang semakin tidak menentu, aksi gotong royong petani Dusun Jampu menjadi inspirasi tentang pentingnya persatuan, kepedulian, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan. Semangat tersebut membuktikan bahwa dengan kebersamaan, berbagai tantangan dapat dihadapi demi menjaga hamparan padi tetap hijau dan memastikan harapan panen tetap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here